PETA WANAKAJIR

Posted: Mei 20, 2011 in Toponim
Tag:, , , , , , , , ,

Untuk melihat lebih jelas posisi geografis dukuh Wanakajir, di bawah ini ditempelkan beberapa peta.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Peta-1 Dukuh Wanakajir di Antara Dukuh-Dukuh Lainnya
(peta diolah dari Microsoft Encarta Encyclopedia 2007)
(klik Peta untuk memperbesar tampilan)

Dalam lalu lintas kuno, dukuh Wanakajir merupakan dukuh yang strategis.  Dukuh dibelah dan dilintasi oleh jalur transportasi darat yang menghubungkan sejumlah dukuh-dukuh yang ada di arah barat dan arah timur.  Ke arah barat, Wanakajir merupakan gerbang barat Kabupaten Cirebon, menghubungkan sejumlah dukuh-dukuh di Cirebon dengan Cadangpinggan Kecamatan Sukagumiwang yang merupakan gerbang masuk Kabupaten Indramayu.  Dari Cadangpinggan ini lalu lintas kuno ke arah utara menembus Jatibarang, Indramayu dan arah Jakarta; sementara ke arah selatan menembus Tersana, Gunungsari, hingga ke Jatiwangi di Kabupaten Majalengka.

Ke arah timur, dukuh Wanakajir merupakan gerbang masuk bagi (1) desa Guwa dan selanjutnya ke dukuh-dukuh di utara dan baratlaut kota Cirebon; (2) ke desa/kecamatan Kaliwedi, yang menjadi penghubung ke dukuh-dukuh di utara dan barat kota Cirebon; (3) ke desa Jatianom, yang menjadi penghubung ke arah Budur, Ciwaringin dan Prapatan yang ada di arah selatan dukuh Wanakajir, menyatu dengan Jalan Pos Proyek Daendels yang membentang dari Sumedang ke kota Cirebon.

Dukuh ini memainkan peran strategis dalam lalu-lintas masa lampau, yang menghubungkan dukuh Wanakajir dengan dukuh, desa, kota di seluruh jagat raya.

Peta-2 Dukuh Wanakajir sejak awal 1970-an
(peta diolah dari Microsoft Encarta Encyclopedia 2007)
(klik Peta untuk memperbesar tampilan)

             Proyek Jalan Bypass yang menghubungkan Cadangpinggan dan Arjawinangun melalui Bundermire (Bunder) dan Tegalgubung, membuat dukuh Wanakajir tergeser dari keramaian lalu-lintas.  Jalan PU yang membelah dukuh hanya merupakan jalan kelas IV dan menjadi alternatif pengalihan lalu-lintas manakala jalan bypass bermasalah.  Dukuh Wanakajir hanya menjadi periferi saja.

Peta-3 Dukuh Wanakajir dan Jalur Pantura
(peta diolah dari Microsoft Encarta Encyclopedia 2007)
(klik Peta untuk memperbesar tampilan)

            Kepadatan lalulintas transportasi pada jalan bypass, membuat pemerintah menelurkan dua kebijakan.  Pertama, Jalan Raya Pantura (Pantai Utara) Cikampek-Palimanan diperlebar, pada masing-masing arah dibuat dua lajur, dan mengharuskan kendaraan berat berjalan di lajur dua (tengah) untuk meminimalisir kecelakaan.  Kedua, pemecahan arus dimulai dari Lohbener, dengan mengaktifkan jalan pantura Lohbener-Indramayu-Karangampel-CirebonKota.  Kebijakan pemecahan arus ini terutama dikarenakan jalur utama melalui Lohbener-Jatibarang-Arjawinangun kerap macet tiap hari Selasa dan Sabtu karena ramainya aktivitas Pasar Sandang Tegalgubug.

Dukuh Wanakajir yang sudah tergeser dari keramaian lalu-lintas itu, dengan adanya kebijakan ini menjadi semakin sepi.

Peta-4 Dukuh Wanakajir dan Prestasi Megawati
(peta diolah dari Microsoft Encarta Encyclopedia 2007)
(klik Peta untuk memperbesar tampilan)

            Di antara minimnya prestasi infrastruktur yang dicapai oleh Presiden Megawati, proyek jalan bypass Jatibarang-Cemara merupakan prestasi Presiden Megawati.  Proyek jalan ini tidak berdampak apapun pada dukuh Wanakajir.  Sementara dukuh-dukuh di sepanjang jalur lama Jatibarang-Lohbener, seumpama dukuh Ujung Aris, lambat-laun akan mengalami nasib yang sama dengan dukuh Wanakajir.

Peta-5 Dukuh Wanakajir dan Proyek Jalan Tol
(peta diolah dari Microsoft Encarta Encyclopedia 2007)
(klik Peta untuk memperbesar tampilan)

            Pembuatan Jalan Tol Palimanan-Kanci yang berpangkal di desa Tegalkarang Palimanan, sesungguhnya tidak berpengaruh apa-apa bagi dukuh Wanakajir.  Tetapi, apabila proyek jalan tol Sadang-Palimanan segera terealisir, maka akan mengakibatkan pengaruh yang luar biasa bagi dukuh Wanakajir.  Dukuh itu akan hilang dari percaturan lalu-lintas.  Konsekuensi dari kehilangan percaturan ini adalah Dukuh Wanakajir tidak akan berkembang, bahkan sebaliknya akan mengalami kemunduran.

Dukuh Wanakajir yang sudah tergeser dari keramaian lalu-lintas dan menjadi semakin sepi itu, kelak akan menjadi dukuh yang semakin tertinggal. Allahu a’lam.

Komentar
  1. SaniAgung mengatakan:

    tempat wisata kah ?:mrgreen:
    ditunggu backlinknya😀
    http://terlampau.wordpress.com/

  2. Seperti Singosari atau Trowulan. Dulu punya nama besar, sebagai nama ibukota dari kerajaan-kerajaan besar. Keneng wolak-walike jaman, Negara dan ibukota Singhasari, kini hanya menjadi sebuah nama kecamatan saja di kabupaten Malang. Demikian pula dengan Wilwatikta (ibukota Majapahit), kini hanya sebuah nama kecamatan saja di wilayah Mojokerto.
    Dukuh Wanakajir itu bukan apa-apa. Tidak memiliki apa-apa. Tidak menjadi perhatian siapa-siapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s