Tentang Nama Wanakajir

Posted: Desember 14, 2009 in Toponim
Tag:, , , , , , , , ,

Wanakajir adalah nama sebuah “paruk”, dusun kecil di tengah kerontang panas dataran rendah pantai utara Jawa. Paruk itu dilintasi oleh jalan kuno, jalan pedati dan sepeda, dengan lebar jalan 3 meter. Satu arah menuju ke Cadangpinggan, sebuah desa yang kini masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Suka Gumiwang Kabupaten Indramayu. Arah yang lain menuju desa-desa di Kabupaten Cirebon. Paruk itu sendiri berada di perbatasan kedua kabupaten, dan Wanakajir adalah pintu gerbang sebelah barat untuk wilayah Kebupaten Cirebon.

Untuk lebih mudah, carilah melalui googlemap. Nama itu dapat segera ditemukan. Yang pasti, nama dukuh itu sudah ada pada peta kuno. Bahkan, Microsoft Encarta, sebuah eksiklopedia elektronik, menyimpan nama dukuh itu pada CD/DVD yang dipublikasikannya, suatu pertanda bahwa dukuh itu merupakan pedukuhan kuno.

Tentang asal-usul nama itu, dapat diduga dengan mudah, bahwa nama itu terdiri dari dua kata: “wana” dan “kajir”.  Wana berarti “hutan”, dan tentang arti ini tidak menimbulkan kontroversi.  Sedangkan kata kajir ada silang pendapat yang berbeda.  Ada pendapat bahwa kajir itu berasal dari “khinzir” (berasal dari bahasa Arab, berarti “babi”), sehingga paduan kedua kata itu bermakna “hutan yang penuh dengan babi”.  Tetapi ada juga pendapat lain, bahwa kajir itu berasal dari kata “anjir”, yang berarti “tanda”, sehingga paduan kedua kata itu bermakna “hutan sebagai tanda”.  Apapun asal namanya, yang pasti di dukuh Wanakajir itu masih menyimpan beberapa pohon randu hutan, pohon tua menjulang tinggi, yang dari kejauhan dewasa ini berfungsi sebagai “tanda” atau petunjuk bagi warga tentang keberadaan dukuh itu.

Sejumlah tokoh lahir dan besar di dukuh ini.  Ada tokoh senior: Bekel Sadimah, Bekel Badiyah sang Robinhood, Bekel Masrap, Durati, Raswi, Kadinah, Wa’ Kaji, Wa Nini, Mitra, Wa Kasrem sang pendongen, Lebe Tarmidi, Warman, dan lain-lain.  Mereka sudah almarhum, meninggalkan dukuh Wanakajir yang mereka cintai, membawa mimpi ke alam kubur tentang kebangkitan dukuh itu suatu ketika, menantikan generasi yang lebih baru untuk bangkit meneruskan cita-cita mereka.

Di bawah generasi mereka ada Dapiyah, Lebe Samri, Masduki, Bekel Damun, Nendra, Darsam, H. Sarwilah, Januri, dan lain-lain.  Generasi ini masih hidup, merupakan generasi anak-anak tokoh-tokoh di atas.

Di Blog ini saya ingin mendokumentasikan mereka.  Saya ingin menceritakannya untuk Anda.  Menjadi saksi bagi mereka.  Agar ada di antara mereka bangga pada dukuh dan pada leluhurnya.  Agar mereka tahu, kalau pendahulu mereka punya cita-cita yang belum terlaksana. Agar mereka dapat mewujudkan cita-cita.

Jika ada nama yang layak tapi belum masuk, mohon kiranya Anda mengirimi saya data.

Komentar
  1. jono wong wanakajir mengatakan:

    Numpang baca kang Shobirien…hehe.

  2. papanori mengatakan:

    Wanakajir hutan sebagai tanda hutan yang menjulang tinggi, bukankah begitu bung Rasyid ?

    • MS Rasyid mengatakan:

      Begitulah kira-kira…. Tanda bisa ditaruh pada “peta”, bisa ditaruh pada “bintang malam”, bisa ditaruh pada “rambu-rambu”. Tapi Hutan-tanda ini hanya ada pada “wanakajir”

  3. jono mengatakan:

    ijin copy kang

  4. Anonim mengatakan:

    Menurut saya wanakajir dalah sebuah nama yang sudah ada dalam kitab para KI GEDE2.Diantara Ki gede SURYA NEGARA.Dan berbarengan munculnya atau tumbuhnya pohon rangdu raksasa.atau biasa di sebut dangder,malah wanakajir dukuh yang paling bnyk keanehan2 tanpa dimiliki dukuh2 yang lain. 1.DANGDER YANG UMURNYA BERATUS2 TAHUN.DAN MSIH KOKOH. 2.BALONG BESAR,BIASA DI SEBUT BLUNGBANG. 3.SUMUR YANG SUMBERNYA DIATAS PERMUKAAN. BIASA DI SEBUT SUMUR KECOMBERAN.

    • Anonim mengatakan:

      menambah sedikit konon sumur comberan ( wanakajir )merupakan termasuk 3 sumur kuno d wilayah jatianom, tp untuk ki gede surya negara sampai saat ini blm ada bukti otentik krn tertulis dlm sejarah ki gede suryanegara adalah di wanacala dan ada petilasannya maaf kalo salah

  5. angga4rdiansyah mengatakan:

    maaf mas..pangeran surya negara itu gimana asal usulnya…gimana..dan bagai mana ceritanya bisa pangeran surya negara menjadi ki gede wanakajir.

  6. lare wanakajir mengatakan:

    menurut babad tanah cirebon tentang asal asul desa jatianom, menceritakan kalau pangeran surya negara dan ki lajer di utus oleh mbah kuwu untuk menjadi saksi penanaman tugu perbatasan yg ada di wilayah perdukuan wanakajir dan konon tertulis disana konon tugu tersebut masih ada sampai sekarang, namun kita tidak tahu dimana keberadaanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s